Tari Tradisional Banyuwangi

Tari Tradisional Banyuwangi – Kamu pasti pernah mendengar cerita horor Twitter yang sedang viral berjudul “KKN di kota menari”, bukan? Kisah ini ditulis oleh akun Twitter @simpleman, ada yang mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi di sebuah kota di ujung timur pulau Jawa, yaitu Banyuwangi. Tapi kita tidak akan membahas cerita Moms. Melainkan tarian tradisional Banyuwangi yang konon salah satunya dalam sejarah, tarian yang merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan.

desa penari

6 Tarian Tradisional Banyuwangi

Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Karena selain banyak suku yang ada, seni dan budaya yang ada di Indonesia juga beragam. Salah satunya adalah tari tradisional. Tarian tersebut juga memiliki beberapa makna dalam setiap geraknya.

Dari sekian banyak tarian daerah yang ada di Indonesia, salah satu yang harus Anda ketahui adalah tari Banyuwangi yang seringkali sarat dengan unsur magis. Kabupaten Banyuwangi terletak di provinsi Jawa Timur. Sebagian besar penduduk di sana berasal dari suku Osing (suku asli Banyuwangi).

1. Tari Cengkir Gading

Cengkir adalah kelapa muda, sedangkan Gading adalah jenis kelapa kuning dengan pohon yang tidak terlalu tinggi. Bentuk buah kelapa Gading tidak bulat dan tidak terlalu besar. Dari dua kata penting tersebut dapat dikatakan bahwa cawan gading merupakan lambang anak muda yang jujur, lugu dan tidak mementingkan diri sendiri. Hal ini tercermin dari gerakan tari cengkir gading yang sebenarnya dibawakan oleh anak perempuan.

2. Tari Padhang Ulan

Padhang Ulan atau cahaya bulan adalah tarian yang hidup, gembira dan sedikit erotis. Biasanya tarian ini dibawakan saat bulan purnama atau saat bulan bersinar antara tanggal 13 dan 17 bulan Jawa. Saat itu anak-anak muda bermain di desa atau di pantai, berkelompok atau sendiri-sendiri. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk berkumpul, bersenang-senang, sambil mencari pasangan.

3. Tari Gandrung

Gandrung merupakan tarian khas masyarakat Osing yang kini menjadi maskot Kabupaten Banyuwangi. Penari gandrung identik dengan perempuan berkaki rusa yang artinya lincah seperti kijang dan bersuara merdu. Struktur pementasan gandrung meliputi jejer, paju, dan seblangseblang. Iringan musik gending jejer yang semula meriah menjadi lembut dan para penari menyanyikan gendhing Padha Nonton sebagai lagu pembuka wajib.

Salah satu keunikan seni gandrung adalah keterpaduan gerak tari yang dinamis dengan suara berbagai instrumen dan suara masing-masing. Dalam pertunjukan gandrung, penari gandrung sering menyanyi menggunakan pantun yang terdiri dari dua atau empat baris. Beberapa sajak memiliki nada religius dan ada juga romantis.

4. Tari Seblang

Tarian ini merupakan cikal bakal tari gandrung. Tarian ini dilestarikan oleh warga Desa OlehSari (saat Lebaran) dan Desa Bakungan (saat Idul Adha). Tari Seblang merupakan tarian sakral yang berhubungan dengan upacara magis untuk melahirkan arwah, arwah leluhur, atau hyang.

Tarian yang diiringi gamelan dan dibawakan oleh seseorang dalam keadaan kejiman atau tidak sadarkan diri karena kerasukan atau kesurupan roh, roh leluhur atau hyang. Jadi tarian ini merupakan sarana untuk memuja makhluk halus, baik makhluk halus yang baik atau buruk.

Gerakan-gerakan yang ada pada tari Seblang merupakan gerakan tari spiritual yang masuk ke dalam tubuh penarinya. Ciri-ciri gerakan dilakukan dengan ritme yang monoton.

Pertunjukan tari ini hanya berlangsung setahun sekali, yaitu setiap 1 Suro bertepatan dengan upacara bersih desa atau selamatan desa. Jika pementasan tari Seblang tidak digelar, diprediksi akan mendatangkan malapetaka bagi masyarakat Desa Olehsari.

5. Tari Jaranan Buto

Buto artinya raksasa, Jaranan artinya kuda lumping. Jadi, tari Jaranan Buto berarti kuda raksasa. Tarian ini dimainkan secara berkelompok yang terdiri dari 16-20 orang. Tarian ini hampir punah namun tetap ditampilkan di berbagai acara khitanan dan pernikahan. Para penarinya kebanyakan laki-laki, semuanya memakai riasan putih tebal dan sangat menakutkan.

Konon, Jaranan Buto diambil dari sosok manusia berwajah raksasa bernama Menak Jinggo. Gerakan tarian ini sangat ekstrim dan banyak adegan perkelahian. Penari sering mengalami kesurupan diiringi musik dari kendang, gong besar, kecer, bonang, dan terompet kempul.

  Destinasi Wisata Di Banyuwangi yang Wajib di Kunjungi

6. Tari Sabuk Mangir

Tari Sabuk Mangir memiliki latar belakang magis. Istilah sabuk mangir merupakan gabungan dari dua kata yaitu sabuk yang berarti sabuk dan mangir nama sebuah desa di Rogojampi. Sabuk mangir dikenal sebagai sabuk ajaib orang mangir. Berdasarkan kepercayaan bahwa ada kekuatan gaib yang berada dalam sabuk tersebut, orang Mangir berusaha melawan musuh-musuhnya. Baik musuh fisik ataupun non-fisik (tak kasat mata).

  Desa Penari Banyuwangi

Demikian ulasan 6 tarian tradisional banyuwangi yang memiliki unsur magis yaa teman. semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian. salam budaya

error: This content is protected by DMCA